Perhatian terhadap tumbuh kembang anak-anak di daerah terdampak bencana diwujudkan oleh tim relawan santri Pondok Pesantren Darul Muhsinin melalui aksi pembagian nutrisi tambahan. Kondisi keprihatinan di posko darurat kerap memicu penurunan kualitas asupan gizi harian yang sangat dibutuhkan oleh anak usia balita. Pembagian suplemen balita pengungsi dilakukan secara langsung ke tiap tenda keluarga guna memastikan kecukupan vitamin bagi anak-anak penyintas. Pemberian suplemen balita ini ditujukan untuk meminimalisasi risiko penurunan daya tahan tubuh serta ancaman tengkes atau stunting selama berada di pengungsian.
Dalam menjalankan aksi kemanusiaan di Nusa Tenggara Timur ini, para santri bekerja sama dengan petugas kesehatan dan bidan desa setempat. Data anak-anak usia di bawah lima tahun dihimpun secara cermat agar paket vitamin dan biskuit kaya gizi dapat dibagikan secara tepat target. Langkah ini diambil untuk mencegah munculnya kasus gizi buruk akibat keterbatasan bahan pangan segar di lokasi bencana.
Selain membagikan paket suplemen, relawan santri memberikan penyuluhan singkat mengenai pentingnya menjaga kebersihan makanan dan peralatan minum balita. Ibu-ibu menyusui diajak untuk tetap mempertahankan pemberian ASI eksklusif walau berada dalam situasi keterbatasan sarana pengungsian. Pendekatan ramah yang dilakukan santri membuat para ibu merasa terpendampingi dan mendapat dorongan semangat dalam merawat buah hati mereka.
Anak-anak di posko darurat juga diajak berinteraksi melalui kegiatan pendampingan ringan yang diisi dengan cerita motivasi dan permainan edukatif. Kegembiraan anak-anak terpancar saat mereka menerima paket makanan bernutrisi dari para santri yang datang menyapa mereka dengan hangat. Kehadiran santri berhasil membawa suasana ceria yang mengalihkan rasa jenuh anak-anak selama tinggal di tempat penampungan.
Penyaluran bantuan nutrisi ini merupakan bagian dari program pengabdian santri dalam merespons krisis kemanusiaan di berbagai daerah tanah air. Dukungan dari para donatur dan alumni pesantren memungkinkan bantuan nutrisi cair serta vitamin dapat disalurkan secara berkelanjutan. Santri memastikan pengelolaan distribusi berjalan dengan tertib dan transparan dari awal hingga akhir kegiatan.
Aksi tanggap gizi yang dilaksanakan para santri Darul Muhsinin menjadi bukti kepedulian terhadap generasi penerus bangsa di tengah situasi darurat. Pendampingan kesehatan anak di daerah bencana diharapkan dapat menjaga tumbuh kembang balita tetap optimal meskipun dalam kondisi memprihatinkan. Kepedulian sosial ini memperkuat peran pesantren sebagai benteng kemanusiaan bagi masyarakat luas.
