Pesantren Darul Muhsinin secara serius mengintegrasikan nilai-nilai kebangsaan dan patriotisme dalam kurikulum dan kegiatan sehari-hari santri. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa para lulusan tidak hanya menjadi ahli agama, tetapi juga warga negara yang memiliki Jiwa Nasionalisme dan cinta tanah air yang kokoh.
Penanaman Jiwa Nasionalisme ini dilakukan melalui upacara bendera yang dilaksanakan rutin, pembacaan teks Pancasila, dan pengajaran sejarah perjuangan bangsa. Santri diajarkan untuk menghargai jasa para pahlawan yang telah berjuang demi kemerdekaan dan keutuhan Republik Indonesia.
Selain itu, pesantren secara teratur mengadakan diskusi dan seminar tentang peran ulama dan santri dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Jiwa Nasionalisme dan patriotisme dihubungkan langsung dengan konsep hubbul wathan minal iman (cinta tanah air adalah bagian dari iman).
Mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan disajikan dengan lebih kontekstual, mengajak santri untuk memahami tantangan kontemporer yang dihadapi bangsa. Santri didorong untuk menemukan solusi inovatif berbasis nilai-nilai agama untuk masalah sosial dan kebangsaan.
Pesantren juga aktif melibatkan santri dalam kegiatan pengabdian masyarakat. Program ini, seperti bakti sosial dan mitigasi bencana, bertujuan untuk menumbuhkan rasa kepedulian dan tanggung jawab sosial, yang merupakan wujud nyata dari Jiwa Nasionalisme sejati.
Kompetisi dan perayaan hari besar nasional seperti Hari Kemerdekaan dan Hari Pahlawan diperingati secara meriah. Kegiatan-kegiatan ini dirancang untuk menumbuhkan kebanggaan menjadi bangsa Indonesia, sekaligus mempererat tali persaudaraan antar santri.
Penguatan karakter kebangsaan ini merupakan komitmen Darul Muhsinin untuk mencetak kader ulama yang berwawasan luas dan memiliki integritas. Mereka diharapkan mampu menjadi benteng pertahanan negara dari ideologi-ideologi yang bertentangan dengan Pancasila.
Pesantren Darul Muhsinin yakin bahwa kombinasi antara penguasaan ilmu agama yang mendalam dan Jiwa Nasionalisme yang kuat akan melahirkan generasi pemimpin yang saleh secara spiritual, sekaligus berkomitmen penuh terhadap kemajuan bangsa Indonesia.
