Ponpes Darul Muhsinin

Tempat Tumbuhnya Pemimpin Qur’ani dan Berakhlak Karimah

Kerjasama Darul Muhsinin & British Council untuk Program English for Ulama

Di era digital yang tanpa sekat, kemampuan berkomunikasi dalam bahasa internasional menjadi syarat mutlak bagi para pendakwah untuk menyebarkan pesan perdamaian Islam ke panggung dunia. Kesadaran akan pentingnya literasi bahasa global inilah yang melandasi terjalinnya kerjasama antara pesantren Darul Muhsinin dengan British Council. Melalui program inovatif yang bertajuk English for Ulama, kedua institusi ini berkomitmen untuk membekali para kader ulama dan asatidz dengan keterampilan bahasa Inggris yang mumpuni, sehingga mereka mampu menjadi komunikator yang efektif di kancah internasional.

Program English for Ulama ini dirancang dengan pendekatan yang sangat spesifik dan kontekstual. Berbeda dengan kursus bahasa Inggris pada umumnya, materi yang diberikan difokuskan pada kemampuan berdiskusi mengenai isu-isu keagamaan, hak asasi manusia, moderasi beragama, dan perdamaian global. Para peserta di Darul Muhsinin diajarkan bagaimana menerjemahkan konsep-konsep rumit dari kitab kuning ke dalam terminologi bahasa Inggris yang mudah dipahami oleh masyarakat Barat tanpa mengurangi esensi maknanya. Ini adalah upaya untuk menjembatani kesenjangan komunikasi antara dunia Islam dan dunia internasional yang seringkali dipenuhi oleh mispersepsi.

Keterlibatan British Council sebagai mitra strategis membawa standar kualitas pengajaran kelas dunia ke dalam lingkungan pesantren. Dengan metode pembelajaran yang interaktif dan komunikatif, para kader ulama didorong untuk lebih percaya diri dalam berbicara dan menulis dalam bahasa Inggris. Selain pelatihan di dalam kelas, program ini juga sering melibatkan diskusi virtual dengan para cendekiawan dari Inggris dan negara lainnya. Pengalaman internasional ini sangat berharga untuk memperluas perspektif para ulama muda di Darul Muhsinin, sehingga mereka tidak hanya memiliki pemahaman agama yang mendalam, tetapi juga memiliki wawasan global yang inklusif.

Dampak dari program ini sangat signifikan bagi profil diplomasi Islam Indonesia. Selama ini, suara-suara moderat dari pesantren seringkali kurang terdengar di forum-forum internasional karena kendala bahasa. Dengan adanya ulama yang fasih berbahasa Inggris, pesan-pesan tentang Islam yang ramah, toleran, dan selaras dengan kemajuan zaman dapat disampaikan secara langsung oleh praktisinya sendiri. Mereka dapat menulis artikel di media internasional, menjadi pembicara dalam konferensi perdamaian dunia, atau berpartisipasi dalam dialog antariman di berbagai negara. Ini adalah langkah nyata dalam melakukan rebranding citra Islam di mata dunia melalui kekuatan diplomasi santri.

Kerjasama Darul Muhsinin & British Council untuk Program English for Ulama
Kembali ke Atas