Dalam setiap rakaat salat, ada serangkaian gerakan dan bacaan yang memiliki makna mendalam. Salah satu posisi krusial yang menandai penutup salat adalah Duduk Tahiyat. Posisi ini, beserta bacaannya, bukan sekadar ritual semata, melainkan esensi dari pengagungan kepada Allah SWT dan penghormatan kepada Nabi Muhammad SAW serta hamba-hamba saleh.
Duduk Tahiyat terbagi menjadi dua: tahiyat awal dan tahiyat akhir. Keduanya memiliki posisi duduk dan bacaan yang spesifik. Posisi tahiyat awal biasanya dilakukan dengan iftirasy (duduk di atas telapak kaki kiri), sementara tahiyat akhir dengan tawarruk (duduk dengan pantat menempel lantai dan kaki kanan ditegakkan).
Pada posisi Duduk Tahiyat ini, kita membaca “At-Tahiyatul mubarakatus salawatut thayyibatul lillah…”. Bacaan ini adalah bentuk pujian dan sanjungan kepada Allah SWT, mengakui segala keberkahan, salawat, dan kebaikan hanyalah milik-Nya.
Selanjutnya, bacaan tersebut dilanjutkan dengan salam kepada Nabi Muhammad SAW: “Assalamu ‘alaika ayyuhan nabiyyu wa rahmatullahi wa barakatuh.” Ini adalah penghormatan tulus kepada beliau, yang merupakan suri tauladan bagi seluruh umat manusia.
Kemudian, salam juga ditujukan kepada diri kita sendiri dan seluruh hamba Allah yang saleh: “Assalamu ‘alaina wa ‘ala ‘ibadillahis shalihin.” Ini menunjukkan universalitas doa dan harapan akan kebaikan bagi setiap mukmin.
Bagian inti dari bacaan Duduk Tahiyat adalah syahadat: “Asyhadu an laa ilaha illallah wa asyhadu anna Muhammadan ‘abduhu wa rasuluh.” Ini adalah pengikraran dua kalimat syahadat, pengakuan keesaan Allah dan kenabian Muhammad, sebagai inti ajaran Islam.
Khusus pada tahiyat akhir, setelah syahadat, kita melanjutkan dengan membaca shalawat Ibrahimiyah: “Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa ‘ala aali Muhammad, kamaa shallaita ‘ala Ibrahim wa ‘ala aali Ibrahim…” Ini adalah permohonan agar Allah melimpahkan rahmat kepada Nabi Muhammad dan keluarganya, sebagaimana kepada Nabi Ibrahim.
Shalawat Ibrahimiyah ini diikuti dengan doa perlindungan dari empat perkara: siksa neraka Jahannam, siksa kubur, fitnah hidup dan mati, serta keburukan fitnah Dajjal. Ini adalah bacaan penutup yang sangat penting, memohon keselamatan dunia akhirat.
