Kebersihan adalah bagian dari iman bukan hanya sebuah slogan di Pondok Pesantren Darul Muhsinin, melainkan sebuah tradisi yang dijalankan dengan penuh kegembiraan setiap pekan. Melalui program yang dikenal sebagai Ahad bersih, seluruh penghuni pesantren terlibat aktif dalam menjaga kebersihan dan keindahan tempat tinggal mereka. Kegiatan ini merupakan momentum bagi para santri untuk sejenak melepas penat dari rutinitas hafalan dan kitab, lalu bergerak bersama menyisir setiap sudut pesantren guna memastikan tidak ada sampah yang tertinggal atau area yang tampak kumuh.
Sebagai upaya mendukung kelestarian alam secara lebih luas, Ponpes Darul Muhsinin juga menginisiasi program penghijauan dengan menanam berbagai jenis tanaman apotek hidup di sekitar area pondok. Hal ini sejalan dengan semangat gotong royong santri yang ingin menciptakan lingkungan yang sehat dan bermanfaat secara medis bagi seluruh penghuni asrama. Fokus utama dari kegiatan mingguan ini adalah bagaimana seluruh elemen pesantren dapat bekerja sama untuk jaga keasrian lingkungan agar suasana belajar tetap asri, sejuk, dan terhindar dari berbagai sumber penyakit yang mungkin muncul di lingkungan asrama yang padat penduduk.
Kegiatan dimulai sejak pagi hari setelah salat Subuh dan pengajian rutin. Para santri dibagi ke dalam beberapa kelompok kerja berdasarkan zona wilayah, mulai dari area masjid, ruang kelas, hingga kamar mandi umum. Semangat kebersamaan sangat terasa saat mereka saling berbagi tugas; ada yang bertugas mencabut rumput liar, membersihkan saluran air, hingga mengecat ulang pagar yang sudah mulai kusam. Budaya gotong royong ini menumbuhkan rasa memiliki yang kuat terhadap pesantren, sehingga mereka tidak lagi membuang sampah sembarangan karena merasa memiliki tanggung jawab moral untuk menjaganya.
Selain manfaat fisik berupa lingkungan yang bersih, kegiatan ini juga menjadi sarana pendidikan karakter. Santri belajar tentang kerendahan hati melalui tindakan membersihkan tempat tinggal mereka sendiri. Tidak ada perbedaan antara santri senior maupun junior dalam hal bekerja bakti; semuanya melebur dalam satu visi untuk memberikan yang terbaik bagi tempat mereka menuntut ilmu. Para pengasuh pondok sering kali ikut turun langsung memberikan contoh, yang semakin memotivasi para santri untuk bekerja lebih giat dan ikhlas.
